PEMASANGAN STIKER "KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL"

Desak Putu Evi Agustini 10 Maret 2026 16:32:06 WITA

Desa Pemaron, [Selasa, 10 Maret 2026] – Perbekel Desa Pemaron "Putu Mertayasa" bersama Kelian Banjar Dinas Dangin Margi "Putu Sukra Adnyana", Kelian Banjar Dinas Dauh Margi "Dewa Made Dodex Triyoga", Kepala Seksi Kesejahteraan "I Made Mardawa", Bhabinkamtibmas Desa Pemaron "Aipda Dewa Putu Aripurwa", Babinsa Desa Pemaron "Sertu Waras Yosoa" serta perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Buleleng menyusuri beberapa rumah warga Desa Pemaron pada hari selasa, 10 Maret 2026 pukul 10.00 wita. 

 

Bukan tanpa alasan, kehadiran tim gabungan ini adalah untuk melaksanakan agenda penting "Pemasangan stiker penanda rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial". Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Pemaron bersama Pemerintah Daerah untuk menciptakan transparansi dan memastikan keakuratan data penerima berbagai program bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Pemasangan stiker ini bukan sekadar kegiatan administratif. Di balik lembaran kertas yang ditempel di dinding rumah warga, terdapat misi besar untuk melakukan validasi data secara nyata di lapangan. "Kegiatan ini tujuannya sangat jelas, yaitu transparansi," ujar Perbekel Desa Pemaron, Bapak Putu Mertayasa, saat ditemui di sela-sela kegiatan. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang bersumber dari uang negara benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Dengan penempelan stiker ini, masyarakat luas juga bisa ikut mengawasi.

 

Secara psikologis dan sosial, pemasangan stiker ini juga diharapkan menjadi sarana "graduasi mandiri". Diasumsikan, warga yang kondisi ekonominya sudah membaik atau sudah mampu akan merasa kurang nyaman jika rumahnya terus-menerus ditempeli stiker sebagai penerima bantuan, sehingga secara sukarela mau mengundurkan diri agar kuota bantuan bisa dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan. Tim menyusuri rute yang telah ditentukan berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Di setiap rumah yang dikunjungi, petugas melakukan dialog singkat dengan sopan, menjelaskan maksud dan tujuan pemasangan stiker tersebut kepada sang pemilik rumah.

 

Selama proses pemasangan stiker, tim gabungan juga tidak sekadar menempel kertas. Petugas secara jeli melakukan pengamatan visual terhadap kondisi rumah dan perekonomian KPM. "Ini adalah momentum kami untuk melakukan validasi langsung. Jika kami menemukan rumah yang secara fisik sudah tergolong mewah atau keluarganya memiliki kendaraan roda empat, kami akan mencatatnya. Data ini akan menjadi bahan evaluasi serius untuk usulan penonaktifan bantuan di periode berikutnya, agar kuota bisa dialihkan ke warga yang benar-benar fakir atau miskin," jelas "Ibu Aris" perwakilan dari tim pendamping bansos.

 

Hasil validasi lapangan di Desa Pemaron menunjukkan bahwa mayoritas penerima memang masih layak mendapatkan bantuan. Namun, tim berhasil mengidentifikasi beberapa rumah tangga yang kondisinya sudah jauh lebih baik dan dianggap sudah mampu mandiri (graduasi). Data ini akan segera diproses melalui Musyawarah Desa (Musdes) untuk pemutakhiran data yang akuntabel.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Pemaron

tampilkan dalam peta lebih besar