PEMANTAUAN JENTIK UNTUK PENANGGULANGAN DBD DESA PEMARON
Desak Putu Evi Agustini 13 Maret 2026 11:28:40 WITA
Desa Pemaron [Jumat, 13 Maret 2026] - Kader Jumantik Mengunjungi Rumah Warga Yang Terindikasi DBD di wilayah Gang Lely, Banjar Dinas Dangin Margi Desa Pemaron.
Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi keluarga. Namun, seringkali tanpa kita sadari, musuh kecil yang mematikan justru berkembang biak di tempat yang paling dekat dengan kita. Nyamuk Aedes aegypti tidak datang dari hutan yang jauh; ia lahir dari kelalaian kita menjaga kebersihan di sekitar rumah sendiri. Nyamuk penyebab DBD adalah tipe yang "setia" pada kebersihan yang semu. Ia tidak menyukai air yang kotor dan berbau, melainkan air jernih yang tergenang. Itulah mengapa menjaga lingkungan bukan hanya soal menyapu halaman, tapi tentang ketelitian:
1. Menguras: Bak mandi, tempayan, dan penampungan air harus dikuras secara rutin sebelum telur nyamuk sempat menetas.
2. Menutup: Memastikan wadah air tertutup rapat adalah cara terbaik menghalangi nyamuk untuk meletakkan "warisannya".
3. Mengelola Barang Bekas: Kaleng kosong, botol plastik, atau ban bekas di sudut taman bisa menjadi "hotel berbintang" bagi jentik nyamuk saat hujan turun.
Menjaga lingkungan dari DBD juga berarti menciptakan ekosistem yang tidak ramah bagi nyamuk. Kita bisa melakukan langkah "Plus" dengan cara alami:
1. Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk: Menghiasi pekarangan dengan lavender, atau serai, bukan hanya mempercantik rumah, tapi juga menjauhkan nyamuk secara alami.
2. Memelihara Ikan Pemakan Jentik: Di kolam hias, kehadiran ikan seperti cupang atau nila adalah pengendali biologi yang sangat efektif.
3. Ventilasi dan Cahaya: Nyamuk menyukai sudut gelap. Dengan memastikan cahaya matahari masuk ke dalam rumah dan pakaian tidak menumpuk di gantungan, kita menghilangkan tempat persembunyian mereka.
Nyamuk tidak mengenal batas pagar rumah. Jika kita membersihkan rumah kita tetapi tetangga tidak, risiko tetap ada. Itulah mengapa menjaga lingkungan adalah sebuah gerakan gotong royong. Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan selokan dan membuang sampah pada tempatnya adalah perlindungan terbaik bagi seluruh warga desa atau kompleks.
Mencegah DBD bukan tentang seberapa banyak kita melakukan pengasapan (fogging), tapi tentang seberapa peduli kita memastikan tidak ada satu tetes air pun yang menjadi tempat kelahiran ancaman bagi orang-orang tersayang.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- OUTING CLASS TAMAN KANAK KANAK SHINTA KUMARA
- PEMANTAUAN JENTIK UNTUK PENANGGULANGAN DBD DESA PEMARON
- POSYANDU BALITA DANGIN MARGI, DESA PEMARON || KABUPATEN BULELENG
- POSYANDU TRIPE-E DESA PEMARON || KABUPATEN BULELENG
- Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
- Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
- Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa













