Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Desa Pemaron

Desak Putu Evi Agustini 13 April 2026 22:48:27 WITA

Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Desa Pemaron

Hari/Tanggal: Senin, 13 April 2026

Lokasi: Ruang Rapat Kantor Perbekel Desa Pemaron

Pimpinan Rapat: Perbekel Desa Pemaron

1. Pembukaan oleh Perbekel

Suasana ruang rapat tampak serius namun kondusif. Perbekel Desa Pemaron membuka pertemuan dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali. Beliau menekankan bahwa masalah sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan wajah dari efektivitas tata kelola desa.

"Kita tidak ingin Pemaron hanya dikenal karena keindahannya, tapi juga karena kemandiriannya mengelola limbah. Hari ini, saya ingin kita menyinkronkan langkah antara kebijakan di desa, operasional di lapangan, dan pemanfaatan unit usaha kita," ujar Perbekel tegas.

2. Paparan Teknis Sekretaris Desa (Sekdes)

Sekretaris Desa kemudian mengambil alih untuk memaparkan data serapan anggaran dan regulasi terbaru terkait persampahan. Sekdes mengingatkan pentingnya administrasi yang rapi, terutama mengenai iuran warga dan alokasi dana desa untuk pemeliharaan armada angkut. Beliau memastikan bahwa payung hukum berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang lingkungan hidup sudah siap mendukung langkah teknis di lapangan.

3. Koordinasi Operasional: KSM Merta Jaya & BUMDesa

Diskusi mulai menghangat saat memasuki ranah teknis operasional:

KSM Merta Jaya: Perwakilan KSM melaporkan kondisi terkini di tempat pengolahan. Mereka menyoroti perlunya kesadaran warga dalam memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga. "Jika sampah sudah terpilah dari dapur, beban kerja kami di hilir akan berkurang signifikan," ungkapnya.

Direktur BUMDesa Dharma Karya: Sebagai unit yang menaungi aspek bisnis, Direktur BUMDesa memaparkan rencana hilirisasi sampah. Beliau mengusulkan agar sampah plastik yang terkumpul dapat diolah menjadi produk bernilai tambah atau dijual ke pengepul besar dengan kontrak yang lebih menguntungkan desa.

4. Aspirasi Kewilayahan: Kelian Banjar Dinas

Dua garda terdepan kewilayahan memberikan masukan yang krusial:

Kelian Banjar Dinas Dangin Margi: Menyampaikan keluhan warga terkait jadwal pengangkutan yang terkadang terlambat. Beliau mengusulkan adanya hotline pengaduan agar koordinasi dengan KSM bisa lebih cepat.

Kelian Banjar Dinas Dauh Margi: Menekankan pada aspek edukasi. Beliau mengusulkan adanya sosialisasi rutin di tingkat banjar (paruman) untuk mengubah pola pikir masyarakat yang masih menganggap sampah sebagai masalah pemerintah semata, bukan tanggung jawab bersama.

5. Kesepakatan Akhir (Konklusi)

Setelah melalui diskusi yang dinamis, rapat menghasilkan beberapa poin kesepakatan:

Optimalisasi Pemilahan: Akan diadakan sidak dan edukasi serentak di Banjar Dangin Margi dan Dauh Margi mulai minggu depan.

Integrasi Data: BUMDesa dan Sekdes akan menyusun sistem pelaporan keuangan iuran sampah yang lebih transparan.

Peningkatan Armada: Desa akan mengkaji penambahan alat angkut ringan (motor roda tiga) untuk menjangkau gang sempit di wilayah Dauh Margi.

Perbekel menutup rapat dengan pesan singkat: "Sampah adalah tanggung jawab yang tidak akan selesai hanya dengan satu kali rapat, tapi dengan aksi nyata setiap pagi saat kita bangun tidur."

Komentar atas Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Desa Pemaron

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Pemaron

tampilkan dalam peta lebih besar